detiknews - detiknews

Pencarian

06 June 2017

Apple luncurkan produk speaker rumah HomePod

Apple meluncurkan produk tren teknologi terkini, meluncurkan speaker rumah dan perangkat pintar "pintar" baru yang menyentuh kenyataan dunia maya, privasi online dan bentuk kecerdasan buatan yang disebut pembelajaran mesin.

"HomePod" yang diluncurkan kemarin ini mirip dengan perangkat dari pesaing, beberapa di antaranya telah dipasarkan selama bertahun-tahun. Seperti Amazon Echo dan Google Home, HomePod akan memutar musik sekaligus membantu orang mengelola kehidupan dan rumah mereka. alat ini diaktifkan melalui suara untuk menanggapi permintaan informasi dan bantuan lainnya di sekitar rumah.

Ini adalah perangkat baru pertama yang telah diumumkan Apple dalam hampir tiga tahun. Ini meluncurkan Apple Watch pada bulan September 2014.

HomePod akan dijual sekitar $ 350 pada bulan Desember di A.S., Inggris dan Australia. Amazon menjual versi Amazon Echo seharga $ 180; sedangkan Google home seharga $ 130.

05 May 2017

Mana yang Sering Terinfeksi Malware, Smartphone atau Komputer?

Semua perangkat, baik smartphone maupun komputer menyimpan data-data sensitif. Maka dari itu, pengguna harus melakukan pemeliharaan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa pengguna tidak memperlakukan perangkat dengan baik.

Penelitian terbaru Kaspersky Lab mengungkapkan, sikap pengguna terkait perawatan aplikasi dan pemeliharaan perangkat menyebabkan data-data sensitif pada komputer dan tablet menjadi sangat rentan terhadap ancaman keamanan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa mengontrol konten di perangkat merupakan sebuah tugas yang cenderung dihindari oleh pengguna. Hanya ada setengah dari pengguna yang merevisi konten pada komputer dan tablet mereka secara teratur, tetapi cuma dua dari tiga pengguna (63 persen) yang melakukan hal ini pada smartphone mereka.

Namun, perilaku ini biasanya karena smartphone memiliki memori kurang dari komputer dan tablet. Bahkan, 35 persen dari pengguna telah menghapus aplikasi pada smartphonekarena kurangnya penyimpanan, sementara hanya 13 persen dari pengguna komputer melakukan hal sama.

Seperempat pengguna bahkan tidak ingat kapan terakhir kali mereka melakukan uninstall aplikasi di komputer mereka.

Hal ini menyebabkan situasi di mana sepertiga dari aplikasi pada komputer pengguna menjadi sia-sia karena tidak pernah digunakan, tetapi tetap berada pada hard disk, memakai banyak ruang, dan berpotensi berjalan di latar belakang sehingga menempatkan data-data sensitif menjadi berisiko.

Survei menemukan, 65 persen dari pengguna melakukan pembaruan aplikasi di smartphone segera setelah diluncurkan, memberikan aplikasi tersebut dengan patch keamanan dan update terbaru.

Sebaliknya, pengguna cenderung lambat dalam memperbarui aplikasi pada tablet dan komputer, masing-masing hanya 42 persen dan 48 persen yang memperbarui aplikasi sesegera mungkin.

Perilaku ini menimbulkan berbagai permasalahan yang disebabkan menumpuknya kesemrawutan digital di perangkat, terutama pada komputer. Hasil statistik Kaspersky Lab menunjukkan, pengguna lebih sering menghadapi malware pada komputer dibanding perangkat mereka lainnya (28 persen apabila dibandingkan dengan 17 persen pada smartphone).

“Perangkat digital yang kita gunakan setiap hari menyimpan data-data berharga yang pastinya tidak ingin jatuh ke tangan yang salah atau kehilangan karena perangkat mengalami crashing atau terinfeksi malware," ujar Andrei Mochola, Head of Consumer Business di Kaspersky Lab melalui email.

Memerangi kesemrawutan digital, tambah Mochola, mengharuskan pengguna mengambil tindakan, seperti mengelola, membersihkan, dan memperbarui aplikasi di semua perangkat milik mereka.

"Perawatan dan pemeliharaan harus menjadi prioritas dalam kehidupan digital, seperti dalam di nyata, untuk menghindarkan diri dari aksi kejahatan para hacker," pungkasnya.

Yang mengkhawatirkan, penelitian menemukan adanya kontradiksi dalam sikap pengguna terhadap perangkat mereka dan ancaman yang mereka hadapi di perangkat tersebut.

Menurut survei, meskipun sikap pengguna cukup berisiko dalam mengelola kesemrawutan di komputer serta ancaman yang lebih besar dari infeksi malware pada perangkat ini, tetap saja sebagian besar pengguna masih menganggap komputer menjadi tempat paling aman bagi data-data mereka.

Liputan6.com

Smartphone 4G Terkecil di Dunia

Ukuran layar smartphone tak dimungkiri terus bertambah besar. Saat ini, sejumlah vendor memilih menggunakan layar berukuran 5 atau 5,5 inci pada produk besutannya.

Karena itu, sulit untuk menemukan perangkat berlayar kecil di pasaran. Namun sebuah perusahaan bernama Unihertz kabarnya akan meluncurkan produk dengan ukuran layar yang berbeda dari kebanyakan.

Melalui produk terbaru bernama Jelly, Unihertz memperkenalkan produk yang diklaim sebagai smartphone 4G terkecil di dunia. Predikat itu bukannya tanpa alasan karena smartphone ini hanya memiliki layar berukuran 2,45 inci.

Meski berukuran kecil, Jelly dipastikan dapat berfungsi seperti smartphone Android lainnya. Unihertz selaku pengembang telah menyematkan prosesor quad-core, RAM 1 GB, dan memori internal 8GB pada perangkat ini.

Jelly juga memiliki kamera depan dan kamera belakang. Sayangnya, tak ada informasi mengenai kualitas hasil jepretan kedua kamera tersebut. Smartphone ini juga sudah mendukung dual SIM dan memiliki baterai berkapasitas 950mAHh.

Smartphone Infinix S2 Pro

Infinix meluncurkan smartphone untuk pecinta selfie dan wefie, yakni S2 Pro yang dibekali kamera selfie ganda beresolusi 13MP dan 8MP.

Menurut Marketing Manager Infinix Indonesia, Eko Susanto, pihaknya ingin memberikan pengalaman selfie ke era baru karena selama ini kebanyakan foto selfie tak terabadikan dengan baik.

Misalnya, teman maupun latar belakang foto tak masuk dalam frame foto. Dengan teknologi pada Infinix S2 Pro, Eko menjamin hal itu tak akan terjadi lagi.

"Infinix S2 Pro dibekali lensa ultra-wide dengan sudut 135 derajat dengan kamera selfie beresolusi 13MP dan 8MP, serta kamera belakang 13MP," kata Eko di peluncuran Infinix S2 Pro di Jakarta.

Selain itu, lanjut Eko, Infinix S2 Pro dibekali layar HD IPS Display 5,2 inci dengan 2.5D glass frame dan material metal yang menyelimuti permukaan ponsel. Dapur pacunya menggunakan prosesor Mediatek 6753 dengan 64-bit Octa-core dengan RAM 3GB dan ROM 32GB. Infinix S2 Pro berjalan di OS Android Marshmallow dengan basis X-OS.

Untuk mendukung performa, smartphone 4G ini dibekali baterai berkapasitas 3000mAh dengan kemampuan X-Charge. Menurut Eko, dengan teknologi X-Charge, baterai jadi 10 persen lebih hemat. X-Charge juga membuat pengisian daya menjadi lebih cepat.

Ponsel ini juga memiliki fitur pemindai sidik jari untuk menyasar pengguna muda yang stylish. Pemindai sidik jari ponsel ini tak sebatas untuk membuka kunci keamanan, tetapi juga bisa dipakai untuk menjawab dan merekam panggilan, mengambil foto serta mencari dan memilih foto di galeri.

Bagi yang berminat, Infinix S2 Pro dijual eksklusif lewat pre-order di Lazada Indonesia seharga Rp 2,450 juta mulai 8-16 Mei 2017. Ketersediaan perangkat pun masih bersifat terbatas, yaitu hanya sekitar 2.000 unit.

"Jika permintaan banyak, akan ada lagi," tutur Eko.

Dari empat warna pilihan, Infinix hanya menghadirkan dua varian warna untuk pasar Indonesia, yakni hitam dan biru. Dua warna lainnya, pink dan emas belum dipastikan kehadirannya di Indonesia.

Oppo F3 Plus vs Oppo F3

Setelah meluncurkan F3 Plus akhir Maret 2017, tak perlu menunggu lama Oppo langsung menggebrak pasar smartphone dengan merilis Oppo F3. Dari segi desain terbilang identik, namun apa yang membedakan antara keduanya?

Sesuai namanya, Oppo F3 Plus memiliki dimensi yang lebih besar dari Oppo F3, di mana Oppo F3 Plus memiliki dimensi bodi 163,6 x 80,8 x 7,4 mm, sedangkan F3 153,3 x 75,2 x 7,3 mm.

Bobotnya pun berbeda, Oppo F3 Plus memiliki bobot 185 gram, sedangkan Oppo F3 153 gram.

Bukan itu saja, smartphone yang sama-sama mengadopsi Dual SIM 4G LTE (Nano-SIM, dual stand-by) ini juga dilengkapi dengan luas layar yang berbeda.

Oppo F3 Plus menyematkan layar seluas 6 inci beresolusi 1080 x 1920 piksel (kerapatan piksel 367 ppi) dan Oppo F3 5,5 inci beresolusi 1080 x 1920 piksel (kerapatan piksel 401 ppi). Liputan6.com

Pencarian ke Blog :

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | belt buckles